Bagaimana cara menggunakan selimut pengendali erosi? Caranya sendiri terbagi menjadi beberapa langkah yang penting untuk dilakukan secara berurutan. Langkah pemasangannya mulai dari persiapan lahan, membuat parit kecil di puncak lereng, menggelar geomat, pemasangan pasak atau paku U, dan langkah terakhir yaitu penanaman benih atau bibit tanaman.

Geomat
Geomat

Bagaimana Cara Menggunakan Selimut Pengendali Erosi? Simak Langkah-Langkahnya

Selimut pengendali erosi seperti geomat sangat efektif dalam mencegah erosi di area lereng. Geomat mampu menahan butiran tanah di lereng agar tetap di tempatnya tanpa terbawa air maupun angin kencang. Struktur jaringannya yang unik mampu memperlambat laju air permukaan, sehingga dapat mengurangi erosi atau mencegah pengikisan tanah karena aliran air.

Selain mencegah terkikisnya permukaan tanah, geomat juga mampu mendukung pertumbuhan vegetasi yang sengaja ditanam. Geomat dapat melindungi benih yang ditabur agar tidak mudah hanyut karena air atau tertiup angin. Selain itu, selimut pengendali erosi ini juga mampu mempertahankan kelembaban tanah dan menjaga suhunya tetap stabil, sehingga memastikan benih tumbuh dengan baik.

Proses pemasangan geomat untuk mencegah erosi di lereng sendiri terbagi menjadi beberapa langkah, mulai dari persiapan lahan, pemasangan geomat, pemasangan pasak, dan penaburan benih tanaman. Berikut ini langkah-langkah yang bisa diterapkan.

1. Persiapan Lahan

Langkah pertama yaitu mempersiapkan lahan di lereng yang akan dipasangi geomat. Permukaan lereng harus dibersihkan dari berbagai faktor lingkungan yang dapat mengganggu,  seperti rumput, bebatuan, sampah, dan hal-hal penghalang lainnya. Proses selanjutnya yaitu meratakan permukaan lereng agar rata tanpa adanya gundukan maupun lubang yang bisa menyebabkan rongga di bawah geomat.

2. Membuat Parit Kecil di Puncak Lereng

Langkah berikutnya yaitu dengan membuat parit kecil di bagian puncak lereng dengan ukuran minimal 300 mm x 300 mm atau lebih jika lereng curam. Parit kecil ini berguna untuk menanam ujung geomat di bagian atas agar tidak terangkat angin. Hal ini membuat geomat bisa terpasang lebih kuat dan tidak mudah lepas saat terkena aliran air hujan maupun angin.

3. Menggelar Geomat dan Memasang Pasak atau Paku U

Cara menggunakan selimut pengendali erosi selanjutnya yaitu pemasangan geomat dengan memasukkan ujung geomat ke dalam parit dan menggelar geomat ke bawah lereng. Berikutnya, pasang pasak atau paku U pada ujung geomat, lalu timbun parit kecil dengan tanah. Selain itu, pastikan geomat di permukaan seluruh lereng menempel dengan erat pada tanah.

Dalam proses pemasangan geomat di atas lereng ini, juga dilakukan pemasangan pasak maupun paku U atau staples untuk memastikan geomat terpasang dengan kuat pada tanah. Pemasangan pasaknya sendiri dibuat berjarak tetapi tidak terlalu jauh yaitu maksimal 1 meter. Pemasangan pasak dilakukan dengan teliti dan kuat agar tidak mudah terlepas.

4. Penaburan Benih

Langkah terakhir yaitu menaburkan benih di atas geomat untuk menumbuhkan vegetasi secara alami. Selama kurang lebih 3 bulan diperlukan penyiraman secara rutin untuk memastikan benih tumbuh dengan baik. Vegetasi di atas geomat penahan erosi ini cukup penting karena akar-akarnya berperan menahan tanah, sehingga risiko erosi juga menjadi semakin kecil.

Bagaimana cara menggunakan selimut pengendali erosi pada lereng? Ternyata, caranya cukup mudah meskipun harus melewati beberapa tahapan. Melalui proses pemasangan yang tepat, maka geomat bisa terpasang dengan baik dan fungsinya untuk menahan erosi akan semakin optimal. Bagi yang membutuhkan geomat berkualitas untuk mengendalikan erosi, bisa mempercayakannya kepada PT. Urban Plastik Indonesia sebagai pabrik produksi geomat terbaik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geomat merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338  (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id.