Panduan penggunaan geogrid pada lereng perlu diikuti dengan baik. Namun sebelumnya, ketahui dulu sebenarnya apa itu geogrid. Dalam hal ini, geogrid ialah salah satu jenis bahan geosintetik dengan bentuk jaring ataupun grid.

Pada umumnya, bahan tersebut terbuat dari material polimer. Misalnya saja polietilena, polipropilena atau polyester. Bahannya memiliki tingkat kekuatan tarik yang tinggi. Hal inilah yang membuatnya sangat efektif dalam perkuatan tanah.

Panduan Penggunaan Geogrid pada Lereng

Lereng biasanya memiliki kondisi tanah dasar lunak sehingga perlu cermat dalam menangani perkuatannya. Maka dari itu, ketahui panduan penggunaan geogrid supaya bisa menjaga struktur lereng dengan baik. Mengenai bagaimana panduannya, bisa cermati uraian di bawah ini.

Meratakan Permukaan Tanah Dasar

Panduan pertama, perlu meratakan permukaan tanah dasar. Hal ini harus dilakukan secara menyeluruh. Setelah itu, singkirkan bongkahan batu yang tajam maupun sisa pangkal akar pepohonan. Jangan lupa pula untuk menyingkirkan puing-puing keras sebab bisa berpotensi untuk merobek serat material.

Menggelar Lembaran Jaring

Langkah berikutnya, tentu perlu menggelar lembaran jaring. Hal ini bisa dilakukan dengan posisi memanjang lurus dan searah alur jalan atau bisa juga searah kemiringan lereng. Pastikan pula tak ada lipatan di bagian permukaannya.

Saat menggelar lembaran jaring ini, pastikan juga menarik kedua ujung pinggiran lembaran sampai benar-benar kencang. Selanjutnya patok memakai pasak besi yang tebal dengan bentuk huruf U. Hal ini berguna untuk menahan posisi agar tak bergeser ketika tertimpa agregat.

Siapkan Area Khusus

Panduan selanjutnya yakni dengan menyiapkan area khusus. Area tersebut untuk tumpang tindih sambungan antara tepi satu dengan tepi lembaran lainnya. Lebar lembarannya antara 30 hingga 60 cm. Hal ini tergantung pada nilai ketahanan kondisi tanah dasarnya.

Penuangan Material Agregat

Dalam metode kerja geogrid perkuatan lereng ini, jangan lupa untuk menuangkan tumpukan material agregat batunya. Hal ini bisa dilakukan secara bertahap. Agar proses tersebut berjalan lancar, bisa memanfaatkan traktor.

Padatkan Hamparan Agregat

Terakhir, bisa padatkan sebaran hamparan agregatnya dengan mesin giling pemadat. Lakukan secara hati-hati supaya hasilnya pun lebih optimal.

Keuntungan Menggunakan Geogrid

Penggunaan geogrid pada lereng menawarkan beragam keuntungan. Pastikan mengetahui apa saja keuntungan tersebut supaya lebih yakin untuk menggunakannya. Berikut beberapa diantaranya.

Kecepatan Konstruksi

Salah satu keuntungannya yaitu pemasangan geogrid cenderung lebih cepat. Hal ini lantaran pemasangannya tak membutuhkan alat berat khusus seperti halnya saat membuat dinding beton masif. Proyek konstruksi pun bisa lebih cepat selesai.

Efektivitas Biaya

Keuntungan lainnya dari penggunaan geogrid pada lereng ialah efektivitas biaya. Pembuatan dinding penahan lereng dengan memanfaatkan geogrid memang cenderung lebih ekonomis jika kita bandingkan dinding penahan yang konvensional. Misalnya saja beton gravitasi atau kantilever.

Bernilai Estetika dan Kinerja Optimal

Jangan ragu menggunakan geogrid pada lereng karena menawarkan nilai estetika tersendiri. Hal ini lantaran geogrid tersedia dalam beragam pilihan facing. Pengguna pun bisa menyesuaikannya dengan lingkungan.

Nilai estetikanya juga seimbang dengan kinerjanya. Kinerja geogrid sangat optimal sehingga mampu menghasilkan dinding penahan lereng yang stabil sekaligus kuat. Akan tetapi, hal tersebut hanya bisa terjadi apabila benar dalam pembangunannya.

Pahami panduan penggunaan geogrid pada lereng di atas sebaik mungkin. Dengan panduan tersebut, tentu tidak salah saat memanfaatkan geogrid. Dinding penahan lereng pun bisa fungsional dalam jangka panjang tanpa boros anggaran. Semakin mengesankan karena geogrid tersebut menawarkan beragam keuntungan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geogrid merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id